Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Senin, 3 Agustus 2026

Yer 28:1-17

Mzm 119:29,43,79,80,95,102

Mat 14:22-36

Beriman 

“Tuhan, tolonglah aku!” – Mat 14:30b

Toni adalah tipe orang yang selalu siaga. Kalau hidupnya tenang, dia curiga: “Ini pasti ada apa-apa,” katanya. Benar saja ketika perusahaannya melakukan pengurangan karyawan dan dia termasuk salah satu diantaranya. Ia pun pulang ke rumah dengan santai sambil menenangkan istrinya: “Tenang, ini hanya badai kecil.”

Keesokan harinya, ia mulai mencari lowongan pekerjaan dan setelah satu minggu kemudian dia mulai berdoa: “Tuhan, ini badai bukan kecil lagi, rasanya seperti tsunami!” Beberapa minggu berlalu, tabungannya mulai menipis untuk keperluan hidup seperti biaya sekolah, tagihan listrik dan air, cicilan mobil, dan lainnya lagi. Malam itu, dia berhenti sejenak di depan laptop dan berbicara dalam hati:” Tuhan, Engkau lihat kan?” Dia merasa seperti murid-murid Yesus di danau, ketika ombak dan angin semakin kencang. Seolah dia melihat Petrus yang berjalan di atas air dan mengatakan dalam hati: “Kalau saya di situ, saya gak bakal mau seperti Petrus.” Dalam pikirannya, dia merasa sedang berdiri di perahu yang berada di tengah badai dan mulai tenggelam (kekhawatiran, ketakutan, dan rasa tidak cukup). Malam itu doa Toni hanya satu kalimat: “Tuhan, tolong aku!”

Setelah melewati malam itu, memang masalah Toni belum hilang, namun ada satu hal yang berubah. Hati lebih ringan, seperti ada yang menguatkan. Beberapa waktu kemudian, Toni mendapat pekerjaan. Suatu hari, ia berkata kepada temannya: “Dulu saya pikir iman itu berarti badai berhenti. Ternyata bukan. Iman itu berarti saya tetap berpegang pada Tuhan walaupun badai belum berhenti.”

Kisah dalam Injil hari ini menunjukkan sisi Petrus dalam diri kita, yang pasang gaya percaya diri tapi keyakinan minimalis. Berusaha kuat, tapi sebenarnya hampir “tenggelam”. Saat saudara lelah dan mulai tenggelam, jangan ragu berseru: “Tuhan, tolong aku!” Percayalah di tengah badai hidup, ada tangan-Nya yang tidak pernah terlambat menangkap kita. (AS).

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *