Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Selasa, 25 Agustus 2026
2 Tes 2:1-3a,13b-17
Mzm 96:10-13
Mat 23:23-26
Jagalah Hati
Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih. – Mat 23:26
Beberapa waktu yang lalu kami akan kedatangan tamu dari luar kota, maka mama pun segera menugaskan asisten rumah tangga kami untuk merapikan dan membersihkan rumah agar tampak rapi dan bersih, sehingga kami juga tidak malu. Harapan kami, tamu yang datang pun bisa merasa nyaman karena rumah dalam keadaan rapi dan bersih.
Bacaan Injil hari ini, mengingatkan saya akan kejadian membersihkan rumah tersebut. Saya sadar bahwa seringkali mata saya terpaku pada hal-hal lahiriah. Sementara untuk hal-hal yang tak terlihat oleh mata, saya cenderung abai. Kesadaran bahwa Tuhan tinggal di dalam diri ini seharusnya bisa membuat saya untuk senantiasa bergegas membersihkan hati agar Ia pun merasa nyaman tinggal di dalam diriku. Seharusnya saya pun merasa malu pada-Nya saat hati ini kotor oleh dosa-dosa. Namun seringnya saya malah suka menunda, (pengakuan dosa, membangun relasi dengan-Nya melalui doa ataupun membaca Firman-Nya), sifat menunda tersebut karena kotoran hati saya tak terlihat secara kasat mata.
Saat saya menulis renungan ini, Gereja sedang memasuki masa prapaskah. Firman hari ini sungguh mengingatkan saya bagaimana saya harus menghidupi masa prapaskah ini, yakni dengan fokus pada kebersihan hati. Mungkin orang lain tak bisa melihat kotornya hati saya, tapi Tuhan sangat tahu. Marilah kita belajar untuk fokus pada kebersihan hati kita, bagian yang seringkali tak terlihat oleh mata fisik, namun akan memberikan dampak yang besar dalam hidup kita.
Apa yang tersimpan dalam hati, itu juga yang akan terucap melalui lidah bibir kita dan kemudian akan dimanifestasikan dalam tindakan / perbuatan kita! (Me).
Mampukan aku untuk fokus menjaga hati dan pikiranku sehingga apa yang keluar dari dalam diriku bisa untuk memuliakan nama-Mu.
No responses yet