Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 2 Oktober 2026
Pw Para Malaikat Pelindung
Kel 23:20-23a
Mzm 91:1-6,10-11
Mat 18:1-5,10
Seperti Anak Kecil
Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. – Mat 18:10
Banyak orang mengatakan bahwa saat bayi baru lahir itu memiliki kepekaan. Bayi nangis terus- terusan atau tertawa tanpa diketahui sebab yang jelas, diyakini mereka melihat atau merasakan sesuatu yang kasat mata. Hal itu yang mendorong saya, secepat mungkin setelah anak-anak saya lahir segera dibaptis, selain juga dengan dibaptis, anak saya sudah sah, tertulis, menjadi anak Allah, dan bagian dari gereja Katolik.
Minggu lalu saya bertemu dengan sepupu saya yang juga baptis saat masih bayi, namun sekarang dia merasa ‘dijerumuskan‘, bahkan merasa hak asasinya juga dilanggar karena baptisan itu. Kami tidak berdebat panjang, meskipun saya tidak mengerti di bagian mana dia merasa dirugikan, bahkan bila saat ini dia tidak ke gereja pun, gereja tidak mengganggu kehidupan dia. Sesungguhnya justru saat menjauh dari gereja, dia tidak menerima rahmat secara kongkrit, (karena sakramen yang diberikan melalui gereja).
Injil hari ini mengingatkan tentang bersikap seperti anak kecil, yang percaya penuh kepada orang tuanya, bahwa orang tua akan selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya dan akan selalu melindungi, meski kadang juga malah sering disalah pahami. Demikianpun dengan Allah, ingin selalu melindungi manusia yang penuh dengan kelemahan, dan hal itu ditegaskan dalam Katekismus Gereja Katolik 336, bahwa setiap kita masing-masing dalam peziarahan di dunia ini didampingi oleh malaikat pelindung sampai kita kembali kepada Allah Bapa di Surga.
Maka mari kita seperti anak kecil yang percaya dan bergantung sepenuhnya kepada orang tuanya, demikian juga kita mempercayakan hidup kita kepada perlindungan-Nya, dan mari kita sadari kehadiran malaikat pelindung yang Ia utus untuk mendampingi kita. (AS).
“Malaikat Allah, Engkau yang diserahi kemurahan Tuhan untuk mengawal aku, terangilah, lindungilah, bimbing dan hantarkanlah aku kelak sampai kepada-Nya. Amin.
No responses yet