Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Minggu, 8 November 2026

Hari Minggu Biasa XXXII

Keb 6:12-17

Mzm 63:2-8

1 Tes 4:13-18

Mat 25:1-13

Waiting List

“…maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.”  – 1 Tes 4:14 

Bacaan hari ini menceritakan bagaimana Paulus mengajar jemaat di Tesalonika tentang kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya, dimana tidak ada yang mengetahui saatnya. Paulus pun sudah banyak menasehati mereka agar hidup dalam kekudusan menanti kedatangan-Nya. 

Bagi saya pribadi, kita semua adalah orang-orang yang berada dalam “waiting list” Yesus. Kita tidak pernah tahu kapan Ia memanggil kita. Namun kita harus mempersiapkan tubuh, jiwa, dan roh kita supaya hidup kudus dan berkenan kepada-Nya. 

Mama saya dipanggil Tuhan Yesus tepat di hari Paskah 5 April 2026 kemarin. Malam sebelumnya, saat mengikuti Misa Malam Paskah, saya sempat berdoa meminta Yesus supaya mama saya yang saat itu sedang sakit, diberi waktu tiga tahun lagi bersama kami. Bahkan sepulang misa, kami berdoa lagi, Rosario pembebasan untuk mama. Namun saat itu saya seperti melihat Yesus, yang dengan jubah putih menggandeng mama menuju suatu lorong dengan tembok putih di kiri dan kanan, dan di ujungnya ada cahaya kemilau. Seperti perjalanan panjang dimana Yesus menunjukkan kepada mama blok neraka, blok api penyucian dan blok surga. Saat itu rasanya sebagai anak pun saya tidak bisa menyuap Yesus dengan segala yang saya punya supaya mama saya bisa masuk blok surga. Karena semua itu adalah kedaulatan Yesus yang tidak dapat diganggu gugat. Bagian saya dan papa adalah mengantar mama menuju jalan ke surga dengan segala doa dan rekonsiliasi yang sudah kami lakukan. Saya percaya saat ini mama sudah bahagia di surga dan menjadi pendoa bagi kami semua.

Melalui kesaksian ini, mari kita belajar untuk hidup dalam kekudusan, supaya saat Yesus memanggil, kita sudah dalam keadaan siap. Karena kematian itu bukanlah sesuatu yang kita takuti, tetapi saat kita boleh pulang dan bersatu kembali dengan Bapa di surga. (AR).

Sudahkah saya hidup dalam kekudusan?

Categories:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *