Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 2 Februari 2026
Pesta Yesus Dipersembahkan di Kanisah
Mal 3:1-4 / Ibr 2:14-18
Mzm 24:7-10
Luk 2:22-40
Tanda
sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu. – Luk 2:30
Saat kuliah dulu, saya sering pulang ke Bandung menggunakan kereta api. Pada jaman itu belum ada kereta cepat, belum ada pembelian tiket secara online; bisa dengan menggunakan sistem pemesanan melalui agen travel, tetapi bagi saya merencanakan jauh-jauh hari itu adalah hal yang merepotkan sehingga lebih memilih untuk membeli dadakan saja, mau pulang ya langsung ke stasiun. Teringat kala itu menjelang lebaran, saya tidak memesan tiket jauh-jauh hari, dan berpikir kalau sejelek-jeleknya paling naik kereta namun berdiri. Siang itu, panas terik dan antrian loket panjang sekali; banyak orang yang berdiri, bahkan duduk di lantai untuk menunggu. Jam operasional loket dengan sistem buka tutup menurut jam berangkat kereta.
Setelah sekian lama masa penantian, akhirnya saya berada di antrian terdepan loket; namun ketika giliran saya ternyata loketnya ditutup dan saya kehabisan tiket. Bahkan tiket jatah berdiri di kereta pun habis. Saya langsung merengek minta tolong kepada Tuhan, dan benar, tiba-tiba loket yang sudah tutup itu buka lagi, dan memberitahukan bahwa ada 1 tiket orang batal, di bangku eksekutif dan ber AC. Ya, pasti itu satu- satunya buat saya. Di sepanjang perjalanan ke Bandung saya merasa takjub, haru dan dicinta; itu tiket dari Tuhan. Hingga saat ini rasa itu masih terekam jelas dalam memori saya.
Sapaan Tuhan seringkali bersifat personal, sangat jelas bagi yang disapa; seperti injil hari ini, ketika Simeon bertemu dengan bayi Yesus saat di kanisah, dia tahu persis, bayi ini adalah Mesias yang dia tunggu-tunggu. Bahkan kemudian Simeon berkata dia sudah siap untuk ‘pulang’ karena dia merasa sudah menerima janji Allah. Simeon pun membagi sukacita itu kepada orang-orang di sekitarnya.
(AS).
Masih ingatkah akan sapaan Tuhan padaku? Kapan hal itu terjadi?
No responses yet