Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Selasa, 10 Maret 2026

Dan 3:25,34-43

Mzm 25:4-9

Mat 18:21-35

Ampunilah

Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. – Mat 18:22

Dalam Alkitab, banyak terdapat angka tujuh, diantaranya:

1. Angka tujuh adalah angka sempurna, dimana Allah memberkati hari ketujuh dan menjadikannya hari kelegaan/Sabat.

2. Angka tujuh adalah angka pembalasan seperti kasus Kain yang membunuh Habel sehingga Tuhan membalaskan kepada Kain tujuh kali lipat, bahkan Lamekh dibalas tujuh puluh tujuh kali lipat. Di Perjanjian Lama, pada saat orang melakukan dosa kepada orang lain maka Tuhan akan membalaskannya minimal tujuh kali lipat, tetapi di Perjanjian Baru/zaman kasih karunia, pada saat orang berdosa kepada yang lain maka kita harus mengampuni tujuh puluh kali tujuh kali.

3. Angka tujuh berhubungan dengan perhitungan batas umur manusia, yaitu tujuh puluh tahun. Kalau Tuhan memberikan lebih dari yang ditentukan, itu adalah anugerah dari Tuhan.

4. Dalam tradisi Israel, setelah tujuh kali tujuh tahun (= empat puluh sembilan tahun), maka tahun kelima puluh akan menjadi tahun Yobel, dimana terjadi pembebasan total bagi mereka yang menjadi budak atau mengalami pendudukan. Dalam hitungan hari, setelah tujuh kali tujuh hari (=empat puluh sembilan hari), maka hari Pentakosta (= hari kelima puluh) dirayakan (Im 23:15-21; Ul 16:9-11). 

Lantas apa hubungannya dengan memaafkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali? Yesus berkehendak agar kita selalu mengampuni orang yang bersalah kepada kita, dengan hati yang tulus tanpa diingat kembali. Inilah buah pertobatan yang sempurna sebagai seorang pengikut Kristus, dimana kita diharuskan membalas perbuatan jahat dengan perbuatan baik. Selain itu, Yesus juga mengajarkan supaya kita mengampuni secara terus menerus (berkelanjutan). Karena suatu tindakan yang dilakukan berulang- ulang, akan menjadi kebiasaan. Itulah sebabnya Yesus mengatakan mengampuni “sampai tujuh puluh kali tujuh kali”. Bukan diartikan secara harfiah mengampuni hingga empat ratus sembilan puluh kali saja, melainkan Yesus mengajarkan supaya tindakan mengampuni menjadi suatu kebiasaan. (PL).

Jadikanlah mengampuni sebagai suatu kebiasaan.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *