Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Selasa, 17 Maret 2026

Yeh 47:1-9,12

Mzm 46:2-3,5-6,8-9

Yoh 5:1-16

Arti Sabat

Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.” – Yoh 5:10

Sabat adalah hari yang sakral bagi umat Yahudi, secara tradisional “menjaga” Sabat dengan beristirahat dan tidak bekerja. Kegiatan yang umum dilakukan pada hari Sabat adalah menghadiri kebaktian di sinagoge, berdoa, membaca kitab suci, menghabiskan waktu bersama keluarga, serta makan dan bernyanyi dengan sukacita.

Bacaan Injil hari ini menceritakan mengenai seorang lumpuh yang sudah terbaring sakit selama 38 tahun dan ia disembuhkan oleh Tuhan Yesus pada hari Sabat. Orang Yahudi yang melihat si lumpuh mengangkat tilamnya menjadi marah karena bagi mereka pada hari Sabat tidak diperbolehkan untuk mengangkat tilam. 

Dalam permenungan terlintas pertanyaan dalam diri saya; apakah saya juga seperti orang Yahudi ini? Menjunjung tinggi nilai tradisi dan mengabaikan hal utama yang lebih penting? Jika orang Yahudi ini fokus kepada kesembuhan si lumpuh, maka mereka bisa melihat mujizat kesembuhan yang diperoleh si lumpuh. Dengan satu kalimat yang diucapkan Tuhan Yesus, si lumpuh ini bisa berjalan, bukankah ini merupakan hal yang luar biasa? Selain Tuhan Yesus tidak ada yang bisa melakukan hal ini.

Namun mata dan pikiran orang Yahudi lebih tertuju kepada tradisi Sabat. Mata mereka tidak bisa melihat kebesaran Tuhan, sebaliknya mereka sibuk mencari kelemahan-Nya. Ketika mereka menemukan celah, mereka langsung membesar-besarkan celah itu dan memakainya untuk menghujat Tuhan Yesus.

Sabat adalah suatu tradisi. Kita menghormati tradisi, tapi jangan sampai kita menempatkan tradisi tersebut di atas segalanya. Menolong orang jauh lebih penting daripada menghormati tradisi. Mengenal Tuhan secara pribadi jauh lebih penting daripada kewajiban yang biasa kita lakukan. (DN).

Apakah kita memiliki tradisi yang lebih kita prioritaskan daripada Tuhan Yesus?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *