Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Kamis, 26 Maret 2026

Kej 17:3-9

Mzm 105:4-9

Yoh 8:51-59

Hidup Yang Kekal

Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. – Yoh 8:52

Tanggapan orang-orang Yahudi yang meremehkan pernyataan Yesus merupakan contoh sikap orang yang tidak paham dan tidak mau percaya akan kebenaran yang diajarkan-Nya. Merasa diri lebih mengerti dan paham akan segala hal. Sifat orang Yahudi yang sombong membuat hati tertutup akan ajaran yang ditawarkan-Nya sehingga menuduh-Nya sedang kerasukan setan.

Kita tentu pernah, bahkan mungkin sering menjadi orang Yahudi yang terlalu cepat menuduh dan menyalahkan orang lain tanpa mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya. Perasaan sombong dan benci terhadap orang lain membuat kita dengan mudahnya menuduhkan sesuatu yang mungkin belum kita pahami sebelumnya. Hal ini mengajarkan pada kita untuk sebaiknya mencari tahu terlebih dahulu dari berbagai sudut pandang atau kejadian sebelum menyimpulkan sesuatu. Dengan rendah hati menerima kebenaran sekalipun itu terkadang tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan dan diharapkan. 

Mari lebih bijaksana dan rendah hati menanggapi segala perkara yang terjadi dalam hidup kita. Jangan biarkan diri menjadi pribadi yang sombong dan merasa paling mengerti semuanya. Dengan demikian, kita tidak akan mudah menutup diri dari kebenaran, terlebih kebenaran yang berasal dari-Nya. (AA).

Allah Penyelamat kami, bukalah hati dan pikiran kami untuk lebih bijaksana dan rendah hati menerima segala kebenaran yang berasal dari-Mu.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *