Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Minggu, 30 Maret 2025

Hari Minggu Prapaskah IV

Yos 5:9a,10-12
Mzm 34:2-7
2 Kor 5:17-21
Luk 15:1-3,11-32

Kerahiman Allah

“Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.” – Luk 15:32

Saya adalah anak kedua dari empat bersaudara. Saat ini kami semua sudah dewasa. Suatu ketika, kami pernah mengobrol dan membahas siapa yang paling disayang oleh ibu kami. Dan menurut pendapat kami bertiga, yang paling disayang oleh ibu kami adalah kakak saya. Lucunya, kakak saya tidak merasa demikian. Menurutnya, ibu tidak pernah membedakan kasih sayangnya kepada kami semua, ibu juga seringkali menceritakan kebaikan semua anaknya tanpa kecuali. 

Saat ini, saya sendiri sudah menjadi seorang ibu, dan sebagai orang tua tentu saya sangat mengasihi anak-anak saya, dengan cara yang menurut saya terbaik untuk mereka. Namun terkadang, ada saat-saat dimana cara saya mengasihi tidak sesuai dengan harapan mereka. 

Bacaan hari ini semuanya adalah tentang kerahiman Allah, tentang kasih Allah yang begitu besar kepada kita semua meskipun wujudnya berbeda-beda. Masalahnya adalah, kita yang mengaku sebagai anak Allah, apakah memiliki kepekaan untuk merasakan kasih-Nya itu? Atau kita seperti si anak sulung dalam kisah Injil di atas, yang bersungut-sungut melihat adiknya diampuni dan dibuatkan pesta besar? (AS).

Pekakah aku akan kasih Tuhan?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *