Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Rabu, 5 Agustus 2026

Yer 31:1-7

MT Yer 31:10-13

Mat 15:21-28

Berpasrah Pada Kehendak Ilahi 

Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” – Mat 15:28

Dikatakan bahwa manusia sejenius Einstein hanya menggunakan sepuluh persen dari kemampuan otaknya. Hal ini cukup menimbulkan perdebatan, karena memang secara ilmiah otak manusia itu terus bekerja. Bahkan saat kita beristirahat atau tidur, si Otak masih bekerja. Oleh karena itu, seringkali kita mengalami mimpi. Kalau kemampuan otak itu begitu luar biasa, lalu bagaimana dengan iman? Dikatakan dalam Kitab Suci, kalau kita memiliki iman sebesar biji sesawi, maka kita bisa memindahkan gunung (Mat 17:20). Apakah kita bisa membayangkan besarnya otak dibandingkan dengan sebuah biji, itupun biji sesawi yang super duper kecil?

Ketika saya mulai merenungkan, saya mendapati bahwa iman saya sangat dan sangat kecil, hingga mungkin membutuhkan mikroskop elektron untuk dapat melihat iman saya. Lalu bagaimana saya bisa beriman? Bagaimana saya bisa mengikuti cerita-cerita Alkitab tentang iman? Bagaimana saya bisa memahami iman yang dimiliki oleh perempuan Kanaan yang dituliskan di Injil hari ini?

Saya merasa sebagai makhluk paling bodoh yang berusaha memahami hal-hal yang terlalu rumit untuk dimengerti. Pada akhirnya saya kembali berpasrah kepada kehendak Ilahi, yaitu dengan memberikan diri saya seutuhnya untuk Tuhan, seperti perempuan Kanaan itu. 

Semoga saya berhasil menundukkan akal budi saya kepada Tuhan dan bisa seperti Maria yang telah memilih bagian yang terbaik, duduk dekat dengan Tuhan (Luk 10:41-42). (An).

Seberapa besar kita percaya kepada Tuhan?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *