Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Selasa, 4 Agustus 2026
Pw St. Yohanes Maria Vianney
Yer 30:1-2,12-15,18-22
Mzm 102:16-18,19-21,29,22-23
Mat 15:1-2,10-14
Menjaga Hati dan Kata
“Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” – Mat 15:11
Seringkali kita berfokus pada hal-hal eksternal seperti apa yang kita makan, bagaimana penampilan kita, bagaimana kita dilihat orang lain, dan lain-lain. Kita berusaha terlihat “baik” di depan orang. Tapi melalui ayat ini, Yesus mengajak kita untuk lebih melihat ke dalam, yaitu ke dalam hati kita.
Yesus mengatakan bahwa yang menajiskan bukan yang masuk ke mulut, tapi yang keluar dari mulut. Artinya, perkataan kita itulah yang mencerminkan isi hati kita. Kata- kata yang kita ucapkan, entah itu makian, gosip, sindiran, atau kebohongan, bisa melukai orang lain dan menunjukkan seperti apa diri kita sesungguhnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita sering menganggap remeh apa yang kita ucapkan. Seperti: “Cuma bercanda,” “Lagi emosi,” atau “Nggak sengaja.”
Tapi kenyataannya, kata-kata punya kekuatan besar yang bisa membangun atau menghancurkan. Sekali salah berucap kata, belum tentu mudah untuk ditarik kembali.
Yesus tidak hanya mengajak kita untuk menjaga perkataan, tapi juga membersihkan hati kita. Karena kalau hati kita dipenuhi kasih, kesabaran, dan kebaikan, maka yang keluar dari mulut kita pun akan membawa kedamaian dan sukacita, bukan luka dan kepahitan.
Di tengah kesibukan dan tekanan hidup, memang tidak mudah untuk selalu berkata-kata baik. Tapi justru di situlah kita dilatih untuk menahan diri, berpikir sebelum bicara, dan memilih kata-kata yang membangun. Marilah kita belajar menjadi lebih peka, bukan hanya soal apa yang kita katakan, tapi juga dari mana kata-kata itu berasal. Apakah dari hati yang penuh kasih, atau dari emosi yang belum bisa kita kendalikan. (Aw).
Apakah perkataan yang keluar dari mulutku hari ini membawa kebaikan, atau malah melukai orang lain?
No responses yet