Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 16 September 2026
Pw St. Kornelius dan St. Siprianus
1 Kor 12:31 -13:13
Mzm 33:2-5,12,22
Luk 7:31-35
Hikmat Tuhan
Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya. – Luk 7:35
Jaman sekarang informasi apa saja tinggal mencari di google. Teknologi AI juga membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah. Di Tiongkok ada rumah sakit AI yang sanggup mendeteksi penyakit dalam hitungan menit. Jika seorang dokter mendeteksi pasien kanker dalam hitungan hari, maka AI bisa mendeteksinya dalam hitungan menit dengan tingkat akurasi mencapai 93%.
Tahun-tahun ke depan akan semakin berat. Sekarang saja sudah mulai banyak perusahaan yang mem-PHK karyawannya dan menggantikannya dengan robot AI. Karena bagi perusahaan lebih murah menggunakan robot AI dibandingkan tenaga manusia. Investasi di awal memang besar, namun untuk jangka panjang, biaya operasionalnya jauh lebih kecil.
Melihat kondisi ini, ada rasa khawatir dengan masa depan anak-anak yang sekarang baru mulai kuliah. Saat lulus nanti, mereka tidak hanya bersaing dengan sesama pencari kerja, namun juga harus bersaing dengan teknologi AI yang semakin canggih. Setiap hari saya pun selalu berdoa supaya ada hikmat Tuhan di dalam diri mereka, karena hanya orang yang bersandar dan dipenuhi oleh hikmat Tuhan yang bisa terus maju dan bertahan. Saya menekankan kepada anak-anak untuk selalu berdoa dan bertanya kepada Tuhan, apa kehendak-Nya atas diri mereka, termasuk saat mereka memilih jurusan untuk kuliah. Jurusan manapun yang mereka pilih, kami sebagai orang tua akan mendukung. Namun mereka harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah dipilih dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya.
Sebagai orang tua, pasti kita berharap anak kita pintar, sukses, dan berhasil. Tapi harus kita ingat, semua kepintaran akan sia-sia jika tidak disertai hikmat Tuhan. Mungkin secara akademis, anak kita biasa saja, namun jika ada hikmat Tuhan dalam diri mereka, Tuhan akan membuat mereka berhasil. (DN).
Tanpa hikmat Tuhan, sulit untuk kita menghadapi dunia ini.
Apakah ada kepekaan dalam diri saya dalam mendengarkan hikmat Tuhan?
No responses yet