Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 6 Mei 2026
Kis 15:1-6
Mzm 122:1-5
Yoh 15:1-8
Sumber Kehidupan
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku didalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. – Yoh 15:5
Melalui perumpamaan Injil hari ini, Yesus menegaskan bahwa hidup kita tidak dapat dipisahkan dari-Nya. Seperti ranting yang hanya dapat hidup dan berbuah jika melekat pada pokoknya, demikian pula hidup kita hanya akan bermakna jika tinggal di dalam Kristus.
Sering kali kita merasa mampu mengandalkan kekuatan sendiri. Kita membuat rencana, menyusun harapan, dan berusaha mengendalikan hidup. Namun kenyataannya, hidup penuh dengan lika-liku. Ada saat-saat ketika kita berada di posisi sulit, terpojok, dan merasa tidak berdaya. Saya pun pernah berada dalam keadaan seperti itu: ketika rencana-rencana berantakan, harapan memudar, dan seolah tidak ada lagi yang bisa dilakukan.
Dalam situasi itulah saya belajar satu hal penting yaitu berdoa. Doa menjadi satu-satunya pegangan yang memberi ketenangan. Yesus sendiri memberi teladan dengan selalu berdoa dan membangun relasi yang intim dengan Bapa. Doa bukan sekadar kata-kata, melainkan sikap hati yang berserah dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Kita dipanggil untuk terus membangun keintiman dengan Tuhan, menjaga relasi yang hidup melalui doa, Kitab Suci, dan kesetiaan dalam iman. Perlahan namun pasti, kita akan melihat bagaimana Tuhan bekerja, memulihkan, dan menuntun hidup kita ke arah yang lebih baik.
Ketika kita bersyukur dalam segala keadaan dan percaya akan penyertaan Tuhan, kita mulai merasakan bahwa hidup ini sungguh penuh berkat. Dari sanalah buah iman mulai tampak: kasih, kesabaran, pengharapan, dan kerinduan untuk menjadi berkat bagi sesama.
Semoga kita semua yang percaya kepada Kristus, Sang Pokok Anggur sejati, semakin teguh tinggal di dalam-Nya. Marilah kita terus berbuah, membawa damai, kasih, dan pengharapan bagi dunia, serta menuntun sesama kepada Kristus, sumber kehidupan sejati. (AA).
Percayalah akan penyertaan Tuhan dalam hidupmu.
No responses yet