Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 11 Mei 2026
Kis 16;11-15
Mzm 149:1-6,9b
Yoh 15:26 – 16:4a
Menjadi Saksi
“Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama- sama dengan Aku.” – Yoh 15:27
“Kita dipanggil untuk menjadi saksi. Kita tidak dipanggil untuk menjadi hakim yang menjatuhkan hukuman.” Kalimat tersebut saya dengar dari seorang imam dalam khotbah di gereja bertahun- tahun silam. Sebuah kalimat yang menyadarkan kembali bahwa beriman tidak pernah lengkap tanpa bersaksi, sekaligus mengingatkan untuk tidak menjadi hakim atas sesama dalam ranah iman.
Memang pada saat itu, saya beranggapan bahwa agama hanyalah sebuah relasi antara saya dan Tuhan. Sehingga dulu saya menghindari diskusi atau apapun yang atas embel-embel agama, dengan alasan akan kehilangan persahabatan atau mungkin di cap sok agamais dan sebagainya. Saat itu, bisa dibilang saya menjadi tertutup, dan menjalankan ibadah hanya sebuah rutinitas dan panggilan untuk menjadi saksi nyaris terkubur mendalam.
Dalam kesempatan lain, saya juga diingatkan bahwa, “bukankah manusia adalah imago Dei, gambar dan rupa Allah yang seharusnya menjadi cerminan Allah di dunia ciptaan-Nya?” dengan kacamata iman, kehadiran kita harusnya menjadi cerminan bagaimana kasih sayang Allah hadir bagi sesama. Seperti yang dikisahkan dalam bacaan pertama hari ini, sebuah peristiwa yang terjadi pada seorang perempuan di kota Tiarira. Seorang perempuan bernama Lidia, seorang penjual kain ungu yang beribadah kepada Allah. Ia tidak banyak mengetahui tentang yang diimaninya. Ia menjadi paham ketika rasul Paulus berbicara kepadanya dan teman-temannya. “Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus” (Kis. 16:14). Paulus telah menuntun dan membimbingnya sehingga hatinya terbuka kepada Allah.
Menjadi saksi tidak harus selalu dengan kata yang indah dan berkobar-kobar, tetapi juga bisa dalam hal-hal yang sederhana dalam keseharian. Misalnya dengan mendoakan sesama, menguatkan dalam pengharapan, semakin peka terhadap kebutuhan sesama, bersolider, menjaga keutuhan alam semesta. (BW).
Sesudah dirimu diselamatkan, jadilah saksi Kristus.
Api cinta Kristus kau kobarkan, jadilah saksi Kristus.
No responses yet