Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 17 Agustus 2026
Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia
Sir 10:1-8
Mzm 101:1-3,6-7
1 Ptr 2:13-17
Mat 22:15-21
Janji Tuhan
…“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” – Mat 22:21
Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita mengharapkan suatu hak, kita juga menyadari adanya tanggung jawab yang harus dijalankan. Demikian pula dalam kehidupan rohani. Keselamatan memang merupakan anugerah dari Allah, tetapi kita tetap dipanggil untuk menjaganya melalui hidup yang setia dan menjauhi dosa, karena dosa dapat menjauhkan kita dari rahmat keselamatan itu.
Suatu ketika, saya berbagi dengan seorang teman tentang devosi kepada Santa Brigitta dari Swedia yang setiap hari saya jalani. Saya menjelaskan bahwa saya tekun melakukannya karena percaya pada janji-janji yang disampaikan oleh Yesus Kristus kepadanya. Teman saya sempat bercanda, “Berdoa kok karena ingin hadiah?” Namun, dengan sederhana saya menjawab: bukankah Tuhan sendiri yang menjanjikannya? Maka saya pun ingin percaya seperti anak kecil yang penuh harap dan berjuang untuk meraihnya.
Perjalanan ini tentu tidak mudah. Ada pergumulan, rasa lelah, bahkan godaan untuk berhenti. Namun, melalui doa dan pertobatan yang dijalani dengan sungguh, saya belajar untuk tetap setia. Tujuan saya bukan hanya untuk menerima janji Tuhan, tetapi juga mengalami perubahan hati. Dalam proses itu, saya merasakan bahwa kasih saya kepada Tuhan semakin bertumbuh.
Apa yang Tuhan janjikan bukan hanya kebahagiaan di dunia, tetapi terlebih kehidupan kekal bersama-Nya. Bukankah itu sesuatu yang layak diperjuangkan?
Ketika kita bertekun, kita tidak hanya mengejar hadiah, tetapi semakin mengenal dan mengasihi Tuhan itu sendiri. Karena itu, marilah kita berkomitmen untuk hidup dalam pertobatan, melepaskan hal-hal yang menjauhkan kita dari Tuhan, dan hidup sebagai anak-anak Allah yang merdeka. Semoga dalam perjuangan iman ini, kita semakin setia hingga akhir dan menerima sukacita sejati bersama-Nya di surga.
Selamat merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia untuk kita semua! (In).
Belenggu duniawi apa yang masih mengikatku hingga saat ini?
Maukah mulai hari ini aku ambil komitmen untuk melepaskannya?
No responses yet