Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Sabtu, 26 September 2026

Pkh 11:9 -12:8

Mzm 90:3-6,12-14,17

Luk 9:43b-45

Sudahkah Kumengerti?

Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya. – Luk 9:45

Hidup adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada kita dan dibatasi dengan waktu yang singkat. Oleh karena itu pada bacaan hari ini dibuka dengan Kitab Pengkhotbah yang mengajak kita untuk hidup selaras dengan perkembangan zaman dan tidak melupakan Sang Pencipta. 

Sejatinya dalam kehidupan ini, kita menyadari bahwa setiap detiknya adalah untuk mengenal dan melayani Tuhan. Seperti dalam lirik lagu: “Hidup ini adalah Kesempatan”, yang berarti bukan kebebasan tanpa arah. Dan dalam bacaan Injil hari ini, setelah Yesus mengadakan mukjizat, Ia berbicara tentang penderitaan-Nya yang akan datang. Sementara murid- muridNya tidak memahami perkataan-Nya dan takut untuk bertanya. 

Begitu pun kita sebagai murid-Nya pada zaman sekarang, apakah kita sudah memahami Yesus dan rencana-Nya atas kehidupan kita? Yang terjadi saat kita menghadapi keadaan yang buruk, kita terjebak dalam ego kita sendiri dan cenderung menyalahkan Tuhan. 

Saya juga pernah mengalami keadaan yang sangat buruk, tak terpikirkan oleh akal budiku, serta sulit dipahami, tetapi kenyataannya itulah yang terjadi. Untuk melewatinya tentu tidak mudah. Saya mencari jalan keluarnya dengan ikut terlibat dalam pelayanan gereja, dan ini membuka hati saya untuk terus berpikir positif serta fokus pada tujuan hidup. 

Pesan pendek dari perjalanan iman saya adalah, “Carilah Tuhan dalam keadaan apa pun itu”. Tuhan selalu menginginkan kita agar mencari dan mengenal-Nya lebih dalam. Oleh karena itu marilah kita terus percaya dan setia kepada Tuhan Yesus, meskipun jalan yang harus kita tempuh banyak penderitaan dan terasa berat. 

Dan seiring waktu semoga mata hati kita akan semakin terbuka, sehingga dapat melihat hal-hal yang tersembunyi dari-Nya atas hidup kita. (AA).

Tuhan, inilah aku anak-Mu, kasihanilah aku.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *