Di pertengahan minggu ini, saya rasanya sedang tidak bersemangat. Padahal saya sedang berlatih untuk kembali makan yang baik untuk tubuh saya, karena beberapa waktu lalu makan sudah tidak terkendali dan berat badan sudah naik beberapa kilogram. Di malam itu, rasanya tidak ada yang bisa membuat saya bersemangat lagi. Anak saya sampai tidak hentinya berkata, “Mom, I see that you are really addicted to Facebook, huh?!”

Mendengar omongannya, saya mencoba membawa permasalahan saya ke terang dengan berkata, “Iya nih mami rasanya benar-benar sedang tidak bersemangat.” Dan alih-alih terus terlalu di Facebook, saya mengambil laptop saya dan membuka YouTube refleksi dari father Mike Schmitz.

Father Mike mengingatkan bahwa Santa Santo juga orang berdosa. Perbedaannya adalah mereka tidak pernah menyerah untuk mencoba lagi menjadi lebih baik. Hingga saat kematian mereka. Salah satunya adalah Saint Mark Ji Tianxiang yang kecanduan opium sampai akhir hidupnya, namun berhasil menyemangati 119 orang lain untuk mempertahankan iman mereka sehingga menjadi martir, dan memohon agar nyawanya dieksekusi terakhir dan juga menjadi martir.

Mengetahui kisah Saint Mark membuat saya sakit perut. Namun meninggalkan refleksi yang mendalam untuk saya. God doesn’t just want everything in our lives to be fixed; He wants us to be His. Meskipun Tuhan mengajak kita untuk terus berbenah diri, yang paling penting adalah mempunyai hubungan denganNya.

Kadang dalam perjalanan saya membenahi diri, saya mungkin lupa untuk mengutamakan relasi denganNya. Dipikir-pikir, mungkin inilah yang dialami orang Farisi. Mereka mengutamakan menjalankan apa yang diajarkan, namun lupa untuk mengutamakan relasi dengan Tuhan.

Permenungan ini membuat sisa Minggu saya menjadi lebih lapang dada, lebih menerima, dan lebih berusaha dengan sukacita, alih-alih dengan menggerutu. Ada satu refleksi yang saya baca yang membuat cerita ini makin bergema di dalam pikiran saya: “Knowledge about God without an awareness of our misery produces vanity. Knowledge of our misery without an awareness of God produces despair. Knowledge of Jesus Christ provides the middle ground, because in him we find both God and our misery.” (Blaise Pascal)

Romans 5:3-4 “Not only so, but we also glory in our sufferings, because we know that suffering produces perseverance; perseverance, character; and character, hope.“

(LGA)

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *